Cari Blog Ini

resensi novel Garuda di Dadaku

a. Judul Buku : Garuda di Dadaku
b. Pengarang : Salman Aristo
c. Tahun Terbit : 2009
d. Penerbit : DAR ! Mizan
e. Tebal Buku : 144 halaman
Seoarang anak yang berjuang untuk menjadi pesepak bola professional Setiap manusia tentu mempunyai cita-cita. Bayu, tokoh utama film ini punya keinginan yang sederhana. Ia ingin menjadi pemain sepakbola yang andal.
Sedemikian merasuknya cita-cita itu, Bayu pun bermimpi bermain bal-balan bersama ayahnya yang telah meninggal dunia. Ayah Bayu memang pernah menjadi pemain sepak bola, sebelum bekerja sebagai sopir taksi.
Sayangnya, cita-cita Bayu menjadi pemain bola ini ditentang sang kakek, Usman (Ikranegara). Usman selalu mengatakan, menjadi pemain sepakbola berarti memilih hidup miskin. Bahkan, ia tak akan mengakui Bayu sebagai cucu , jika Bayu nekat menjadi pemain bola.


Di tengah upaya kakek Usman mendidik Bayu menjadi orang sukses lewat beragam kursus, Bayu justru bertemu dengan Johan (Ari Sihasale), pelatih sekolah sepakbola Arsenal di Jakarta. Pertemuan ini menjadi langkah awal bagi perjalanan panjang Baju untuk masuk menjadi tim sepakbola nasional yang memakai seragam berlambang garuda di bagian dada.
Sebagai film anak-anak, Garuda di Dadaku mencoba membangkitkan semangat cinta Indonesia melalui sepakbola. Penonton akan mudah tergiring ke suasana patriotik ketika menyaksikan adegan Bayu yang mengenakan seragam tim nasional berdiri di tengah lapangan berumput hijau.
Tak lupa, sindiran terhadap pemangku pemerintahan juga terselip dalam film ini. Ambil contoh, adegan yang menceritakan kesulitan Bayu dan rekannya mencari lapangan sepakbola untuk berlatih.
Tak hanya memuat unsur perjuangan seorang bocah untuk menggapai mimpinya, nilai-nilai persahabatan juga ditanamkan lewat hubungan Bayu dengan Heri. Meski mempunyai hambatan berupa cacat fisik, Heri mampu berperan sebagai sahabat sekaligus manajer Bayu. Film Garuda di Dadaku bakal diputar serentak pada 18 Juni mendatang, sesuai dengan masa liburan sekolah.
"Hidup ini kadang seperti pertandingan sepak bola. Ada pemain yang masuk, ada yang keluar. Kadang dia di pihak kita, kadang di pihak lawan. Datangnya bisa berdekatan waktunya, begitu juga keluar."

Novel ini mengisahkan perjuangan seorang anak yang sangat mendambakan menjadi pesepak bola profesional. Keandalan bermain bola melekat sejak kecil. Dia mendapat warisan kuat dari ayahnya yang dulu pemain bola nasional. Namun, meraih impian tak selamanya berjalan mulus. Rintangan justru datang dari orang yang dihormati dan dicintai. Kakeknya.

Salman Aristo lahir tahun 1976. dia adalah seorang penulis scenario film. Salman Aristo lulusan dari jurusan Jurnalistik di Universitas Padjajaran Bandung, dan merintis karier awal sebagai penulis naskah (script writer) di tahun 2004. bersama istrinya, Retna Ginatri S Noer, Salman Aristo menulis scenario untuk film Ayat-ayat cinta. Karyanya yang lain adalah Brownies, Cinta Silver, Alexandria, Jomblo, Ayat-ayat cinta, Laskar Pelangi, dan Kambing Jantan.

Pembaca novel ini adalah anak-anak dan dewasa. Novel ini tidak membebankan tanggung jawab, melainkan untuk membangun gairah sepak bola di generasi mendatang. Buku dan film ini juga mengharapkan adanya komitmen dari pemerintah untuk mewujudkan prestasi sepak bola nasional yang makin mumpuni. Indonesia menjadi memiliki potensi seperti isi dari novel ini. Novel ini dapat memajukan sepak bola nasional.
Akhir cerita yang seharusnya menggelegar dan membuncah menjadi datar. Adegan seorang bapak-bapak yang protes anaknya tidak masuk tim nasional kurasa tidak relevan,
gaya bahasa yang lugas, sehari-hari seperti riang khas anak-anak, mudah dipahami dan pesan moral yang disampaikan tidak terkesan menggurui.
Novel ini mengisahkan perjuangan seorang anak yang sangat mendambakan menjadi pesepak bola profesional. Keandalan bermain bola melekat sejak kecil. Dia mendapat warisan kuat dari ayahnya yang dulu pemain bola nasional. Namun, meraih impian tak selamanya berjalan mulus. Rintangan justru datang dari orang yang dihormati dan dicintai. Kakeknya.







a. Judul Buku : Garuda di Dadaku
b. Pengarang : Salman Aristo
c. Tahun Terbit : 2009
d. Penerbit : DAR ! Mizan
e. Tebal Buku : 144 halaman
Seoarang anak yang berjuang untuk menjadi pesepak bola professional Setiap manusia tentu mempunyai cita-cita. Bayu, tokoh utama film ini punya keinginan yang sederhana. Ia ingin menjadi pemain sepakbola yang andal.
Sedemikian merasuknya cita-cita itu, Bayu pun bermimpi bermain bal-balan bersama ayahnya yang telah meninggal dunia. Ayah Bayu memang pernah menjadi pemain sepak bola, sebelum bekerja sebagai sopir taksi.
Sayangnya, cita-cita Bayu menjadi pemain bola ini ditentang sang kakek, Usman (Ikranegara). Usman selalu mengatakan, menjadi pemain sepakbola berarti memilih hidup miskin. Bahkan, ia tak akan mengakui Bayu sebagai cucu , jika Bayu nekat menjadi pemain bola.


Di tengah upaya kakek Usman mendidik Bayu menjadi orang sukses lewat beragam kursus, Bayu justru bertemu dengan Johan (Ari Sihasale), pelatih sekolah sepakbola Arsenal di Jakarta. Pertemuan ini menjadi langkah awal bagi perjalanan panjang Baju untuk masuk menjadi tim sepakbola nasional yang memakai seragam berlambang garuda di bagian dada.
Sebagai film anak-anak, Garuda di Dadaku mencoba membangkitkan semangat cinta Indonesia melalui sepakbola. Penonton akan mudah tergiring ke suasana patriotik ketika menyaksikan adegan Bayu yang mengenakan seragam tim nasional berdiri di tengah lapangan berumput hijau.
Tak lupa, sindiran terhadap pemangku pemerintahan juga terselip dalam film ini. Ambil contoh, adegan yang menceritakan kesulitan Bayu dan rekannya mencari lapangan sepakbola untuk berlatih.
Tak hanya memuat unsur perjuangan seorang bocah untuk menggapai mimpinya, nilai-nilai persahabatan juga ditanamkan lewat hubungan Bayu dengan Heri. Meski mempunyai hambatan berupa cacat fisik, Heri mampu berperan sebagai sahabat sekaligus manajer Bayu. Film Garuda di Dadaku bakal diputar serentak pada 18 Juni mendatang, sesuai dengan masa liburan sekolah.
"Hidup ini kadang seperti pertandingan sepak bola. Ada pemain yang masuk, ada yang keluar. Kadang dia di pihak kita, kadang di pihak lawan. Datangnya bisa berdekatan waktunya, begitu juga keluar."

Novel ini mengisahkan perjuangan seorang anak yang sangat mendambakan menjadi pesepak bola profesional. Keandalan bermain bola melekat sejak kecil. Dia mendapat warisan kuat dari ayahnya yang dulu pemain bola nasional. Namun, meraih impian tak selamanya berjalan mulus. Rintangan justru datang dari orang yang dihormati dan dicintai. Kakeknya.

Salman Aristo lahir tahun 1976. dia adalah seorang penulis scenario film. Salman Aristo lulusan dari jurusan Jurnalistik di Universitas Padjajaran Bandung, dan merintis karier awal sebagai penulis naskah (script writer) di tahun 2004. bersama istrinya, Retna Ginatri S Noer, Salman Aristo menulis scenario untuk film Ayat-ayat cinta. Karyanya yang lain adalah Brownies, Cinta Silver, Alexandria, Jomblo, Ayat-ayat cinta, Laskar Pelangi, dan Kambing Jantan.

Pembaca novel ini adalah anak-anak dan dewasa. Novel ini tidak membebankan tanggung jawab, melainkan untuk membangun gairah sepak bola di generasi mendatang. Buku dan film ini juga mengharapkan adanya komitmen dari pemerintah untuk mewujudkan prestasi sepak bola nasional yang makin mumpuni. Indonesia menjadi memiliki potensi seperti isi dari novel ini. Novel ini dapat memajukan sepak bola nasional.
Akhir cerita yang seharusnya menggelegar dan membuncah menjadi datar. Adegan seorang bapak-bapak yang protes anaknya tidak masuk tim nasional kurasa tidak relevan,
gaya bahasa yang lugas, sehari-hari seperti riang khas anak-anak, mudah dipahami dan pesan moral yang disampaikan tidak terkesan menggurui.
Novel ini mengisahkan perjuangan seorang anak yang sangat mendambakan menjadi pesepak bola profesional. Keandalan bermain bola melekat sejak kecil. Dia mendapat warisan kuat dari ayahnya yang dulu pemain bola nasional. Namun, meraih impian tak selamanya berjalan mulus. Rintangan justru datang dari orang yang dihormati dan dicintai. Kakeknya.







Selengkapnya...

Interaksi sosial dalam Dinamika kehidupan sosial

Interaksi sosial
dalam Dinamika kehidupan sosial

Manusia itu unik satu sama lain. Perilaku maupun tindakan masing-masing individu memiliki ciri tersendiri. Namun., Sebagai makhluk sosial, tindakan manusia seunik apapun tidak terlepas dari pengaruh lingkungan sosialnya. Pada dasarnya tindakan sosial dapat dibedakan menjadi empat tipe tindakan berikut ini.
a) Tindakan Sosial Instrumental
Tindakan ini bersifat rasional dan dipertimbangkan dengan matang.
b) Tindakan Sosial Berorientasi Nilai
Orang melakukan tindakan sebab hal itu dinilai baik atau benar dan tidak terlalu diperhitungkan.
c) Tindakan Afektif
Tindakan afektif tergolong tindakan irasional sebab sebagian besar tindakan didorong oleh perasaan ataupun emosi tanpa diperhitungkan matang-matang.
d) Tindakan Sosial Tradisional
Tindakan sosial ihi dilakukan tanpa perhitungkan matang, melainkan lebih karena tang berlaku selama ini dalam masyarakat dan pada dasarnya mengulang dari yang sudah dilakukan sebelumnya.


A. INTERAKSI SOSIAL
Setiap orang bergauldengan orang lain hari demi hari. Kita berbicara dengan orang lain, bersalaman, atau bahkan bermusuhan. Semua tindakan itu berciri resiprokal (timbal balik). Tindakan seperti ini dinamakan interaksi sosial.
Interaksi sosial merupakan intisari kehidupan sosial. Selanjutnya interaksi sosial juga merupakan betuk pelaksanaan kedudukan manusia sebagai makhluk sosial. Kita baru menyadari bahwa kita adalah makhluk sosial saat berdiskusi dengan teman, ditegur orang tua, dan bentuk interaksi sosial lainnya.

1. FAKTOR INTERAKSI SOSIAL
Interaksi sosial, sebagai aksi dan reaksi yang timbal balik. Menurut Soerjono Soekanto, terdapat empat faktor yang menjadi dasar proses interaksi sosial.

a) Imitasi
Imitasi adalah tindakan sosial meniru sikap, tindakan, tingkah laku, atau penampilan fisik seseorang secara berlebihan.

b) Sugesti
Sugesti adalah pemberian pengaruh atau pandangan dari satu pihak kepada pihak lain. Akibatnya, pihak yang dipengaruhi akan tergerak mengikuti pengaruh itu.

c) Identifikasi
Identifikasi adalah kecenderungan dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan orang lain.

d) Simpati
Simpati adalah suatu proses seseorang merasa tertarik dengan orang lain. Rasa tertarik ini didasari oleh keinginan untuk mengerti pihak lain.

2.SYARAT-SYARAT INTERAKSI SOSIAL
a) Kontak
Dalam sosiologi, kata kontak tidak hanya berarti saling menyentuh secara fisik atau berhadapan langsung. Kontak dapat terjadi lewat perantara juga.
Di lihat dari bentuknya, kontak sosial dibedakan menjadi berikut ini.
1) Kontak Antar individu
2) Kontak antar kelompok
3) Kontak antar individu dan suatu kelompok
b) Komunikasi
Komunikasi adalah suatu proses penyampaian dan penerimaan pesan (ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain agar terjadi saling memengaruhi di antara keduanya. Komunikasi dapat di lakukan dengan bahasa atau kata-kata yang dapat di mengertikedua pihak (komunikasi verbal).

B. BENTUK-BENTUK INTERAKSI SOSIAL
1. Proses Asosiatif (Association Processes)
Interaksi sosial dengan proses asosiatif bersifat positif Dan mendukung seseorang atau kelompok untuk mencapai tujuan tertentu.

A. Kerja sama (Cooperation)
Kerja sama adalah suatu usaha bersama antara orang perorangan atau kelompok untuk mencapai tujuan bersama. Kerja sama dilakukan sejak manusia berinteraksi dengan sesamanya.
Kerja sama juga akan bertambah erat apabila ada tindakan yang menyinggung kesetiaan yang secara tradisional atau institusional telah tertanam.
Kerja sama dibedakan menjadi beberapa bentuk berikut:
1) Kerja sama spontan
2) Kerja sama langsung
3) Kerja sama kontrak
4) Kerja sama tradisional
B. Akomodasi (Accomodation)
Akomodasi adalah suatu proses penyesuian diri individu atau kelompok manusia yang semula saling bertentangan sebagai upaya untuk mengatasi ketegangan.
Bentuk-bentuk akomodasi antara lain :
1) Koersi
Koersi adalah suatu bentuk akomodasi yang terjadi melalui pemaksaan kehendak suatu pihak terhadap pihak lain yang lebih lemah.
Contoh : sistem pemerintahan totalitarian.
2) Kompromi
Kompromi adalah suatu bentuk akomodasi ketika pihak-pihak yang terlibat perselisihan saling mengurangi tuntutan agar tercapai suatu penyelesaian.
Contoh : Perjanjian gencatan senjata antara dua negara.
3) Arbitrasi
Arbitrasi terjadi apabila pihak-pihak yang berselisih tidak sanggup mencapai kompromi sendiri.
Contoh : Penyelesaian pertentangan antara dewan karyawan dan pengusaha dengan serikat buruh, serta Departemen Tenaga Kerja sebagai pihak ketiga.
4) Mediasi
Hampir sama dengan arbitrasi, tapi pihak ketiga hanya menengah atau juru damai. Keputusan damai hanya tergantung pihak yang bertikai.
Contoh : Mediasi pemerintah RI untuk mendamaikan faksi-faksi yang berselisih di kamboja.
5) Konsiliasi
Upaya mempertemukan keinginan-keinginan dari pihak-pihak yang berselisih demi tercapainya suatu persetujuan bersama.
Contoh: panitia tetap penyelesaian masalah ketenaga kerjaan mengundang perusahan dan wakil karyawan untuk menyelesaikan pemogokan.
6) Toleransi
Toleransi adalah bentuk akomodasi tanpa persetujuan yang resmi.
7) Stalemate
Stalemate terjadi ketika melompok yang terlibat pertentangan mempunyai kekuatan seimbang.
Contoh: persaingan blok barat dan blok timur Eropa berhenti dengan sendirinya tanpa ada pihak yang menang dan yang kalah.
8) Ajudikasi
Ajudikasi adalah penyelesaian masalah atau sengketa melalui pengadilan atau jalur hukum.
Contoh: persengketaan tanah waris keluarga yang di selesaikan di pengadilan.

C. Asimilasi
Asimilasi terjadi setelah melalui tahap kerja sama dan akomodasi. Hasil dari proses asmilasi adalah semakin tipisnya batas perbedaan antara individu dalam suatu kelompok atau batas antara kelompok.
D. Akulturasi
Akulturasi adalah proses penerimaan dan pengolahan unsur-unsur kebudayaan asing menjadi bagian dari kebudayaan suatu kelompok, tanpa menghilangkan kepribadian kebudayaan yang asli dan akulturasi juga merupakan hasil perpaduan dua kebudayaan dalam waktu lama.
Contoh: kebudayaan hindu di Indonesia bertamu dengan kebudayaan Islam menhaslkan kebudayaan Islam yang bercorak Hindu.
2. Proses Disosiatif (opposition processes)
Pengertian proses disosiatif di sebut pula proses oposisi. Oposisis di artikan cara yang bertentangan dengan seseorang atau pun kelompok untuk mencapai tujuan tertentu. Proses Disosiatif dapat dibedakan menjadi 3 bentuk,antara lain:
A. Persaingan (competition)
Persaingan merupakan suatu proses sosial ketika ada 2 pihak atau lebih saling berlomba dan berebut sesuatu untuk mencapai kemenangan tertentu.
Contoh: persaingan antara produsen barang sejenis dalam merebut pasar yang terbatas.
B. Kontravensi
Kontravensi merupakan proses sosial yang ditandai oleh adanya ketidak pastian, keraguan, penolakan, dan penyangkalan yang di ungkapkan secara terbuka. Kontravensi adalah sikap menentang secara tersembunyi, agar tidak terjadi konflik secara terbuka.
C. Pertikaian
Pertikaian merupakan proses sosial bentuk lanjut dari kontravensi. Dalam pertikaian, perselisihan sudah bersifat terbuka. Jadi pertikaian muncul apabila individu atau kelompok berusaha memenuhi kebutuhan atau tujuannya dengan jalan menentang pihak lain lewat ancaman atau kekerasan.


D. Konflik
Pengertian konflik yang paling sederhana adalah saling memukul (configere). Koflik dilatar belakangi oleh perbedaan yang agak sulit di damaikan atau di temukan kesamaannya. Konflik juga merupakan kondisi wajar dalam setiap masyarakat.

C.STATUS, PERAN, DAN KELAS SOSIAL
1. Kedudukan Sosial (Status Sosial)
Kedudukan sosial adalah salah satu tempat atau posisi seseorang dalam kelompok sosial atau masyarakat secara umum sehubungan dengan keberadaan orang lain di sekitarnya. Kedudukan sosial meliputi lingkungan pergaulan, prestasi, hak dan kewajiban.
Dilihat dari proses terjadinya, kedudukan sosial seseorang dibagi menjadi tiga :
1. Ascribed status
Adalah kedudukan sosial yang diperoleh secara otomatis melalui keturunan.

2. Achieved status
Adalah suatu kedudukan yang dicapai seseorang melalui usaha – usaha yang disengaja.

3. Assigned status
Adalah status sosial yang diberikan kepada seseorang yang berjasa telah memperjuangkan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan dan kepentingan masyarakat.
2. Peran Sosial
Adalah pelaksanaan hak dan kewajiban seseorang sesuai dengan status sosialnya. Peran berasal dari pola pergaulan hidup. Peran menentukan apa yang akan diperbuat dan kesempatan apa yang diberikan masyarakat di sekitarnya. Dalam masyarakat, ada banyak individu dengan peran yang beragam. Beragamnya peran sosial tersebut membawa akibat dinamis, seperti konflik, ketegangan, kegagalan, dan kesenjangan.


A. Konflik peran
Konflik peran terjadi bila seseorang dengan kedudukan tertentu harus melaksanakan peran yang sesungguhnya tidak dia harapkan. Terjadi karena seseorang mempunyai banyak status sosial.

B. Ketegangan
Ketegangan terjadi bila seseorang mengalami kesulitan untuk melakukan peran sosial yang dimilikinya karena ketidaksesuaian antara kewajiban – kewajiban yang harus dia jalankan dengan tujuan peran sosial itu sendiri.

C. Kegagalan peran
Terjadi jika seseorang tidak sanggup menjalankan beberapa peran sekaligus karena terdapat tuntutan – tuntutan yang saling bertentangan.
D. Kesenjangan peran
Terjadi jika seseorang harus menjalankan peran yang tidak menjadi prioritas hidupnya sehingga meras tertekan / tidak cocok menjalankan peran tersebut.

3. Kelas Sosial
Kelas sosial merujuk kepada pembedaan hierarki / tingkatan antara individu – individu dalam sebuah masyarakat. Pengertian kelas sosial bisa berbeda – beda dalam tiap jaman dan masyarakat. Namun, kelas sosial secara umum sering ditentukan oleh tingkat pendapatan, pendidikan, dan kesejahteraan. Berikut pendapat para sosiolog mengenai kelas sosial.
a. Soerjono Soekanto
Hampir sama dengan lapisan sosial tanpa membedakan apakah berdasarkan faktor uang, tanah, atau kekuasaan.
b. Kornblum
Hampir sama dengan kasta, hanya saja penentuannya berdasarkan kriteria ekonmi seperti pekerjaan, penghasilan, dan kemakmuran.

D. PROSES PEMBENTUKAN KELOMPOK, LEMBAGA DAN ORGANISASI SOSIAL

1. Kelompok dan Asosiasi
Kelompok adalah kumpulan orang yang memiliki kesadaran bersama akan keanggotaan dan saling berinteraksi. Menurut Robert Bierstedt, kelompok dibedakan menjadi :
a. Kelompok statis, kelompok yang bukan organisasi, tidak memiliki hubungan sosial dan kesadaran jenis diantaranya.
b. Kelompok kemasyarakatan,kelompok yang memiliki persamaan tetapi tidak mempunyai organisasi dan hubungan sosial diantara anggotanya.
c. Kelompok sosial,kelompok yang anggotanya memiliki kesadaran jenis dan berhubungan satu sama lainnya, tetapi tidak terikat dalam ikatan organisasi.
d. Kelompok asosiasi,kelompok yang anggotanya memiliki kesadaran jenis dan ada persamaan kepentingan pribadi maupun kepentingan bersama.
Selain itu, menurut Robert bierstedt, berdasarkan keteraturannya terdapat bermacam – macam kelompok.
a. Kelompok sosial yang teratur
1. In-group dan out-group
Adalah kelompok sosial dimana individu mengidentifikasi dirinya dalam kelompok tersebut.
2. Primer dan sekunder
Kelompok primer adalah kelompok kecil yang anggotanya memiliki hubungan dekat, personal, dan langgeng. Kelompok sekunder adalah kelompok yang lebih besar, bersifat sementara, dibentuk untuk tujuan tertentu, dan hubungan antara anggotanya bersifat impersonal sehingga biasanya tidak langgeng.
3. Paguyuban dan Patembayan
Paguyuban adalah bentuk kehidupan bersama yang anggotanya terikat oleh hubungan batin murni dan bersifat alamiah serta kekal. Patembayan adalah ikatan lahir yang bersifat pokok dan biasanya hanya untuk jangka waktu yang pendek.
4. Formal group dan informal group
Formal group adalah kelompok yang mempunyai peraturan tegas dan sengaja diciptakan oleh anggotanya untuk mengatur hubungan antar sesamanya. Informal group adalah kelompok yang tidak mempunyai struktur yang pasti, terbentuk karena pertemuan yang berulang- ulang sehingga terjadi pertemuan kepentingan dan pengalaman.
5. Membership group dan Reference group
Membership group adalah suatu kelompok yang di dalamnya setiap orang secara fisik menjadi anggotanya. Refernce group adalah kelompok – kelompok sosial yang menjadi acuan bagi seseorang untuk membentuk kepribadian dan perilakunya.
b. Kelompok sosial yang tidak teratur
1. Kerumunan adalah individu – individu yang berkumpul secara kebetulan di suatu tempat dan pada waktu yang bersamaan.
2. Publik adalah orang – orang yang berkumpul yang mempunyai kepentingan yang sama.



2. Lembaga
Dalam sosiologi, lembaga berarti sistem norma untuk mencapai tujuan tertentu yang dianggap penting masyarakat. Sistem norma mencakup gagasan, aturan, tata cara kegiatan, dan ketentuan sanksi. Lembaga sosial mempunyai tujuan memenuhi kebutuhan – kebutuhan pokok manusia. Lembaga sosial mempunyai fungsi sebagai berikut.
a. Pedoman anggota masyarakat untuk bersikap dalam menghadapi masalah masyarakat, terutama yang menyangkut kebutuhan masyarakat.
b. Menjaga keutuhan masyarakat.
c. Pegangan untuk mengadakan sistem pengendalian sosial terhadap tingkah laku anggota masyarakat.
Menurut Gillin & Gillin, ciri – ciri umum lembaga sosial antara lain :
a. Pola pemikiran dan perilaku yang terwujud dalam aktifitas – aktifitas masyarakat beserta hasil – hasilnya.
b. Mempunyai tingkat kekekalan tertentu.
c. Mempunyai satu atau beberapa tujuan tertentu.
d. Mempunyai alat – alat kelengkapan tertentu yang digunakan untuk mencapai tujuan lembaga tersebut.
e. Memiliki lambang – lambang yang merupakan simbol untuk menggambarkan tujuan dan fungsi lembaga tersebut.
f. Dalam merumuskan tujuan dan tata tertibnya, lembaga memiliki tradisi yang tertulis dan tidak tertulis.

3. Organisasi Sosial
Berdasarkan sifat resmi tidaknya, dikenal 2 jenis organisasi berikut.
a. Organisasi formal
Organisasi formal sifatnya lebih teratur, mempunyai struktur organisasi yang resmi, serta terdapat perencanaan dan program yang dilaksanakan secara jelas. Organisasi ini terbentuk secara resmi melalui prosedur dan tahap yang jelas.
b. Organisasi infiormal
Karena sifatnya tidak rresmim, struktur organisasi ini tidak begitu jelas atau bahkan tidak ada. Begitu pula dengan perencanaan dan program yang akan dilaksanakan tidak dirumuskan secara jelas dan tegas, kadang – kadang terjadi begitu saja secara spontan. Pembentukan organisasi ini tidak perlu melalui proses panjang bahkan bisa terjadi secara spontan.

E. PERUBAHAN DAN DINAMIKA KEHIDUPAN SOSIAL
1. Pengertian
Setiap masyarakat di mana pun pasti akan mengalami perubahan dan diinamika. Perubahan yang terjadi bisa berupa perubahan nilai, norma, pola perilaku, lembaga, stuktur sosial, dan lainnya.
Perubahan dinamika sosial tidak berarti kemajuan tetapi dapat pula berarti kemunduran dalam bidang kehidupan tertentu.





Interaksi sosial
dalam Dinamika kehidupan sosial

Manusia itu unik satu sama lain. Perilaku maupun tindakan masing-masing individu memiliki ciri tersendiri. Namun., Sebagai makhluk sosial, tindakan manusia seunik apapun tidak terlepas dari pengaruh lingkungan sosialnya. Pada dasarnya tindakan sosial dapat dibedakan menjadi empat tipe tindakan berikut ini.
a) Tindakan Sosial Instrumental
Tindakan ini bersifat rasional dan dipertimbangkan dengan matang.
b) Tindakan Sosial Berorientasi Nilai
Orang melakukan tindakan sebab hal itu dinilai baik atau benar dan tidak terlalu diperhitungkan.
c) Tindakan Afektif
Tindakan afektif tergolong tindakan irasional sebab sebagian besar tindakan didorong oleh perasaan ataupun emosi tanpa diperhitungkan matang-matang.
d) Tindakan Sosial Tradisional
Tindakan sosial ihi dilakukan tanpa perhitungkan matang, melainkan lebih karena tang berlaku selama ini dalam masyarakat dan pada dasarnya mengulang dari yang sudah dilakukan sebelumnya.


A. INTERAKSI SOSIAL
Setiap orang bergauldengan orang lain hari demi hari. Kita berbicara dengan orang lain, bersalaman, atau bahkan bermusuhan. Semua tindakan itu berciri resiprokal (timbal balik). Tindakan seperti ini dinamakan interaksi sosial.
Interaksi sosial merupakan intisari kehidupan sosial. Selanjutnya interaksi sosial juga merupakan betuk pelaksanaan kedudukan manusia sebagai makhluk sosial. Kita baru menyadari bahwa kita adalah makhluk sosial saat berdiskusi dengan teman, ditegur orang tua, dan bentuk interaksi sosial lainnya.

1. FAKTOR INTERAKSI SOSIAL
Interaksi sosial, sebagai aksi dan reaksi yang timbal balik. Menurut Soerjono Soekanto, terdapat empat faktor yang menjadi dasar proses interaksi sosial.

a) Imitasi
Imitasi adalah tindakan sosial meniru sikap, tindakan, tingkah laku, atau penampilan fisik seseorang secara berlebihan.

b) Sugesti
Sugesti adalah pemberian pengaruh atau pandangan dari satu pihak kepada pihak lain. Akibatnya, pihak yang dipengaruhi akan tergerak mengikuti pengaruh itu.

c) Identifikasi
Identifikasi adalah kecenderungan dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan orang lain.

d) Simpati
Simpati adalah suatu proses seseorang merasa tertarik dengan orang lain. Rasa tertarik ini didasari oleh keinginan untuk mengerti pihak lain.

2.SYARAT-SYARAT INTERAKSI SOSIAL
a) Kontak
Dalam sosiologi, kata kontak tidak hanya berarti saling menyentuh secara fisik atau berhadapan langsung. Kontak dapat terjadi lewat perantara juga.
Di lihat dari bentuknya, kontak sosial dibedakan menjadi berikut ini.
1) Kontak Antar individu
2) Kontak antar kelompok
3) Kontak antar individu dan suatu kelompok
b) Komunikasi
Komunikasi adalah suatu proses penyampaian dan penerimaan pesan (ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain agar terjadi saling memengaruhi di antara keduanya. Komunikasi dapat di lakukan dengan bahasa atau kata-kata yang dapat di mengertikedua pihak (komunikasi verbal).

B. BENTUK-BENTUK INTERAKSI SOSIAL
1. Proses Asosiatif (Association Processes)
Interaksi sosial dengan proses asosiatif bersifat positif Dan mendukung seseorang atau kelompok untuk mencapai tujuan tertentu.

A. Kerja sama (Cooperation)
Kerja sama adalah suatu usaha bersama antara orang perorangan atau kelompok untuk mencapai tujuan bersama. Kerja sama dilakukan sejak manusia berinteraksi dengan sesamanya.
Kerja sama juga akan bertambah erat apabila ada tindakan yang menyinggung kesetiaan yang secara tradisional atau institusional telah tertanam.
Kerja sama dibedakan menjadi beberapa bentuk berikut:
1) Kerja sama spontan
2) Kerja sama langsung
3) Kerja sama kontrak
4) Kerja sama tradisional
B. Akomodasi (Accomodation)
Akomodasi adalah suatu proses penyesuian diri individu atau kelompok manusia yang semula saling bertentangan sebagai upaya untuk mengatasi ketegangan.
Bentuk-bentuk akomodasi antara lain :
1) Koersi
Koersi adalah suatu bentuk akomodasi yang terjadi melalui pemaksaan kehendak suatu pihak terhadap pihak lain yang lebih lemah.
Contoh : sistem pemerintahan totalitarian.
2) Kompromi
Kompromi adalah suatu bentuk akomodasi ketika pihak-pihak yang terlibat perselisihan saling mengurangi tuntutan agar tercapai suatu penyelesaian.
Contoh : Perjanjian gencatan senjata antara dua negara.
3) Arbitrasi
Arbitrasi terjadi apabila pihak-pihak yang berselisih tidak sanggup mencapai kompromi sendiri.
Contoh : Penyelesaian pertentangan antara dewan karyawan dan pengusaha dengan serikat buruh, serta Departemen Tenaga Kerja sebagai pihak ketiga.
4) Mediasi
Hampir sama dengan arbitrasi, tapi pihak ketiga hanya menengah atau juru damai. Keputusan damai hanya tergantung pihak yang bertikai.
Contoh : Mediasi pemerintah RI untuk mendamaikan faksi-faksi yang berselisih di kamboja.
5) Konsiliasi
Upaya mempertemukan keinginan-keinginan dari pihak-pihak yang berselisih demi tercapainya suatu persetujuan bersama.
Contoh: panitia tetap penyelesaian masalah ketenaga kerjaan mengundang perusahan dan wakil karyawan untuk menyelesaikan pemogokan.
6) Toleransi
Toleransi adalah bentuk akomodasi tanpa persetujuan yang resmi.
7) Stalemate
Stalemate terjadi ketika melompok yang terlibat pertentangan mempunyai kekuatan seimbang.
Contoh: persaingan blok barat dan blok timur Eropa berhenti dengan sendirinya tanpa ada pihak yang menang dan yang kalah.
8) Ajudikasi
Ajudikasi adalah penyelesaian masalah atau sengketa melalui pengadilan atau jalur hukum.
Contoh: persengketaan tanah waris keluarga yang di selesaikan di pengadilan.

C. Asimilasi
Asimilasi terjadi setelah melalui tahap kerja sama dan akomodasi. Hasil dari proses asmilasi adalah semakin tipisnya batas perbedaan antara individu dalam suatu kelompok atau batas antara kelompok.
D. Akulturasi
Akulturasi adalah proses penerimaan dan pengolahan unsur-unsur kebudayaan asing menjadi bagian dari kebudayaan suatu kelompok, tanpa menghilangkan kepribadian kebudayaan yang asli dan akulturasi juga merupakan hasil perpaduan dua kebudayaan dalam waktu lama.
Contoh: kebudayaan hindu di Indonesia bertamu dengan kebudayaan Islam menhaslkan kebudayaan Islam yang bercorak Hindu.
2. Proses Disosiatif (opposition processes)
Pengertian proses disosiatif di sebut pula proses oposisi. Oposisis di artikan cara yang bertentangan dengan seseorang atau pun kelompok untuk mencapai tujuan tertentu. Proses Disosiatif dapat dibedakan menjadi 3 bentuk,antara lain:
A. Persaingan (competition)
Persaingan merupakan suatu proses sosial ketika ada 2 pihak atau lebih saling berlomba dan berebut sesuatu untuk mencapai kemenangan tertentu.
Contoh: persaingan antara produsen barang sejenis dalam merebut pasar yang terbatas.
B. Kontravensi
Kontravensi merupakan proses sosial yang ditandai oleh adanya ketidak pastian, keraguan, penolakan, dan penyangkalan yang di ungkapkan secara terbuka. Kontravensi adalah sikap menentang secara tersembunyi, agar tidak terjadi konflik secara terbuka.
C. Pertikaian
Pertikaian merupakan proses sosial bentuk lanjut dari kontravensi. Dalam pertikaian, perselisihan sudah bersifat terbuka. Jadi pertikaian muncul apabila individu atau kelompok berusaha memenuhi kebutuhan atau tujuannya dengan jalan menentang pihak lain lewat ancaman atau kekerasan.


D. Konflik
Pengertian konflik yang paling sederhana adalah saling memukul (configere). Koflik dilatar belakangi oleh perbedaan yang agak sulit di damaikan atau di temukan kesamaannya. Konflik juga merupakan kondisi wajar dalam setiap masyarakat.

C.STATUS, PERAN, DAN KELAS SOSIAL
1. Kedudukan Sosial (Status Sosial)
Kedudukan sosial adalah salah satu tempat atau posisi seseorang dalam kelompok sosial atau masyarakat secara umum sehubungan dengan keberadaan orang lain di sekitarnya. Kedudukan sosial meliputi lingkungan pergaulan, prestasi, hak dan kewajiban.
Dilihat dari proses terjadinya, kedudukan sosial seseorang dibagi menjadi tiga :
1. Ascribed status
Adalah kedudukan sosial yang diperoleh secara otomatis melalui keturunan.

2. Achieved status
Adalah suatu kedudukan yang dicapai seseorang melalui usaha – usaha yang disengaja.

3. Assigned status
Adalah status sosial yang diberikan kepada seseorang yang berjasa telah memperjuangkan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan dan kepentingan masyarakat.
2. Peran Sosial
Adalah pelaksanaan hak dan kewajiban seseorang sesuai dengan status sosialnya. Peran berasal dari pola pergaulan hidup. Peran menentukan apa yang akan diperbuat dan kesempatan apa yang diberikan masyarakat di sekitarnya. Dalam masyarakat, ada banyak individu dengan peran yang beragam. Beragamnya peran sosial tersebut membawa akibat dinamis, seperti konflik, ketegangan, kegagalan, dan kesenjangan.


A. Konflik peran
Konflik peran terjadi bila seseorang dengan kedudukan tertentu harus melaksanakan peran yang sesungguhnya tidak dia harapkan. Terjadi karena seseorang mempunyai banyak status sosial.

B. Ketegangan
Ketegangan terjadi bila seseorang mengalami kesulitan untuk melakukan peran sosial yang dimilikinya karena ketidaksesuaian antara kewajiban – kewajiban yang harus dia jalankan dengan tujuan peran sosial itu sendiri.

C. Kegagalan peran
Terjadi jika seseorang tidak sanggup menjalankan beberapa peran sekaligus karena terdapat tuntutan – tuntutan yang saling bertentangan.
D. Kesenjangan peran
Terjadi jika seseorang harus menjalankan peran yang tidak menjadi prioritas hidupnya sehingga meras tertekan / tidak cocok menjalankan peran tersebut.

3. Kelas Sosial
Kelas sosial merujuk kepada pembedaan hierarki / tingkatan antara individu – individu dalam sebuah masyarakat. Pengertian kelas sosial bisa berbeda – beda dalam tiap jaman dan masyarakat. Namun, kelas sosial secara umum sering ditentukan oleh tingkat pendapatan, pendidikan, dan kesejahteraan. Berikut pendapat para sosiolog mengenai kelas sosial.
a. Soerjono Soekanto
Hampir sama dengan lapisan sosial tanpa membedakan apakah berdasarkan faktor uang, tanah, atau kekuasaan.
b. Kornblum
Hampir sama dengan kasta, hanya saja penentuannya berdasarkan kriteria ekonmi seperti pekerjaan, penghasilan, dan kemakmuran.

D. PROSES PEMBENTUKAN KELOMPOK, LEMBAGA DAN ORGANISASI SOSIAL

1. Kelompok dan Asosiasi
Kelompok adalah kumpulan orang yang memiliki kesadaran bersama akan keanggotaan dan saling berinteraksi. Menurut Robert Bierstedt, kelompok dibedakan menjadi :
a. Kelompok statis, kelompok yang bukan organisasi, tidak memiliki hubungan sosial dan kesadaran jenis diantaranya.
b. Kelompok kemasyarakatan,kelompok yang memiliki persamaan tetapi tidak mempunyai organisasi dan hubungan sosial diantara anggotanya.
c. Kelompok sosial,kelompok yang anggotanya memiliki kesadaran jenis dan berhubungan satu sama lainnya, tetapi tidak terikat dalam ikatan organisasi.
d. Kelompok asosiasi,kelompok yang anggotanya memiliki kesadaran jenis dan ada persamaan kepentingan pribadi maupun kepentingan bersama.
Selain itu, menurut Robert bierstedt, berdasarkan keteraturannya terdapat bermacam – macam kelompok.
a. Kelompok sosial yang teratur
1. In-group dan out-group
Adalah kelompok sosial dimana individu mengidentifikasi dirinya dalam kelompok tersebut.
2. Primer dan sekunder
Kelompok primer adalah kelompok kecil yang anggotanya memiliki hubungan dekat, personal, dan langgeng. Kelompok sekunder adalah kelompok yang lebih besar, bersifat sementara, dibentuk untuk tujuan tertentu, dan hubungan antara anggotanya bersifat impersonal sehingga biasanya tidak langgeng.
3. Paguyuban dan Patembayan
Paguyuban adalah bentuk kehidupan bersama yang anggotanya terikat oleh hubungan batin murni dan bersifat alamiah serta kekal. Patembayan adalah ikatan lahir yang bersifat pokok dan biasanya hanya untuk jangka waktu yang pendek.
4. Formal group dan informal group
Formal group adalah kelompok yang mempunyai peraturan tegas dan sengaja diciptakan oleh anggotanya untuk mengatur hubungan antar sesamanya. Informal group adalah kelompok yang tidak mempunyai struktur yang pasti, terbentuk karena pertemuan yang berulang- ulang sehingga terjadi pertemuan kepentingan dan pengalaman.
5. Membership group dan Reference group
Membership group adalah suatu kelompok yang di dalamnya setiap orang secara fisik menjadi anggotanya. Refernce group adalah kelompok – kelompok sosial yang menjadi acuan bagi seseorang untuk membentuk kepribadian dan perilakunya.
b. Kelompok sosial yang tidak teratur
1. Kerumunan adalah individu – individu yang berkumpul secara kebetulan di suatu tempat dan pada waktu yang bersamaan.
2. Publik adalah orang – orang yang berkumpul yang mempunyai kepentingan yang sama.



2. Lembaga
Dalam sosiologi, lembaga berarti sistem norma untuk mencapai tujuan tertentu yang dianggap penting masyarakat. Sistem norma mencakup gagasan, aturan, tata cara kegiatan, dan ketentuan sanksi. Lembaga sosial mempunyai tujuan memenuhi kebutuhan – kebutuhan pokok manusia. Lembaga sosial mempunyai fungsi sebagai berikut.
a. Pedoman anggota masyarakat untuk bersikap dalam menghadapi masalah masyarakat, terutama yang menyangkut kebutuhan masyarakat.
b. Menjaga keutuhan masyarakat.
c. Pegangan untuk mengadakan sistem pengendalian sosial terhadap tingkah laku anggota masyarakat.
Menurut Gillin & Gillin, ciri – ciri umum lembaga sosial antara lain :
a. Pola pemikiran dan perilaku yang terwujud dalam aktifitas – aktifitas masyarakat beserta hasil – hasilnya.
b. Mempunyai tingkat kekekalan tertentu.
c. Mempunyai satu atau beberapa tujuan tertentu.
d. Mempunyai alat – alat kelengkapan tertentu yang digunakan untuk mencapai tujuan lembaga tersebut.
e. Memiliki lambang – lambang yang merupakan simbol untuk menggambarkan tujuan dan fungsi lembaga tersebut.
f. Dalam merumuskan tujuan dan tata tertibnya, lembaga memiliki tradisi yang tertulis dan tidak tertulis.

3. Organisasi Sosial
Berdasarkan sifat resmi tidaknya, dikenal 2 jenis organisasi berikut.
a. Organisasi formal
Organisasi formal sifatnya lebih teratur, mempunyai struktur organisasi yang resmi, serta terdapat perencanaan dan program yang dilaksanakan secara jelas. Organisasi ini terbentuk secara resmi melalui prosedur dan tahap yang jelas.
b. Organisasi infiormal
Karena sifatnya tidak rresmim, struktur organisasi ini tidak begitu jelas atau bahkan tidak ada. Begitu pula dengan perencanaan dan program yang akan dilaksanakan tidak dirumuskan secara jelas dan tegas, kadang – kadang terjadi begitu saja secara spontan. Pembentukan organisasi ini tidak perlu melalui proses panjang bahkan bisa terjadi secara spontan.

E. PERUBAHAN DAN DINAMIKA KEHIDUPAN SOSIAL
1. Pengertian
Setiap masyarakat di mana pun pasti akan mengalami perubahan dan diinamika. Perubahan yang terjadi bisa berupa perubahan nilai, norma, pola perilaku, lembaga, stuktur sosial, dan lainnya.
Perubahan dinamika sosial tidak berarti kemajuan tetapi dapat pula berarti kemunduran dalam bidang kehidupan tertentu.





Selengkapnya...

The Maling Kuburans


NOVEL KOMEDI

Judul Novel : The Maling Kuburans
Pengarang : Yennie Hardiwidjaja
Tahun Terbit : 2009
Tempat Terbit : Jakarta Selatan
Tebal Buku : 142 Halaman


Yennie Hardiwidjaja lahir di pangkal pinang ,7 Maret 1976.Lulusan Desain Grafis Trisakti yang moody banget, pembosan, dan pengkhayal. Ia penggemar berat film kartun dan horror.



Novel lainnya adalah Miss Jutek, To Love, Luv You Berry Much, Malam Jumat Kliwon, Film Horor, Aku Ada Rahasia, dan Aborsi. Ia juga punya novel dalam versi mobile book yang berjudul Miss & Mister Jutek.
Novel The Maling Kuburans bertemakan komedi misteri. Novel ini menggunakan bahasa yang ringan dan menghibur sehingga lebih mudah dimengerti oleh pembaca.
Betapa terkejutnya Imen dan Niko saat mengetahui kalau bapak mereka dulu berprofesi sebagai maling kuburan. Kenapa nggak jadi maling yang lebih keren aja sih? Maling bank misalnya, apalagi, bapak-bapak mereka ternyata ninggalin utang yang cukup banyak, SEPULUH MILIAR! Untuk membayarnya, Imen dan Niko harus bekerja dengan Meneer Sony Van Debroer melanjutkan pekerjaan bapak-bapak mereka menjadi The Maling Kuburan.
Yang Meneer Sony inginkan Cuma satu,sebuah mustika sakti yang di sembunyikan bapak-bapak Imen dan Nik. Sayangnya, Imen dan Niko juga tidak tahu dimana mustika itu di sembunyikan. Sampai semuanya mengarah pada sebuah tempat, sebuah asrama putri. Tetapi, bagaimana cara agar Imen dan Niko bisa masuk ke sana? Ditambah lagi, ada banyak hantu suster ngesot yang bersarang di asrama tersebut.
Novel ini dibuat hanya untuk hiburan semata, tidak mengandung unsur edukatif.
Keunggulan novel ini yaitu yang pertama bahasa yang di gunakan adalah bahasa yang ringan sehingga mudah di mengerti oleh pembaca. Jalan ceritanya tidak rumit sehingga pesan yang ada di dalam cerita bisa langsung sampai pada pembaca. Karakter para tokoh dalam novel berbeda-beda dan memiliki keunikan tersendiri.
Kelemahan novel ini yaitu ceritanya tidak mengandung unsur edukatif, karena novel ini hanya mempunyai unsure imajinatif dan bukan dari pengalaman nyata. Penulisan ceritanya tidak menggunakan B.Indonesia yang baik dan susunan kata demi katanya tidak tersusun dengan rapi.
Dalam novel ini tidak banyak terdapat gaya bahasa atau majas yang di gunakan. Bahasa yang di gunakan yaitu bahasa sehari-hari, jadi tidak ada pemilihan kata atau diksi.
Kesimpulan yang dapat di ambil dari novel ini yaitu, tidak ada pesan-pesan khusus dari penulis kepada pembaca, karena novel ini di buat hanya untuk sekedar hiburan semata.




NOVEL KOMEDI

Judul Novel : The Maling Kuburans
Pengarang : Yennie Hardiwidjaja
Tahun Terbit : 2009
Tempat Terbit : Jakarta Selatan
Tebal Buku : 142 Halaman


Yennie Hardiwidjaja lahir di pangkal pinang ,7 Maret 1976.Lulusan Desain Grafis Trisakti yang moody banget, pembosan, dan pengkhayal. Ia penggemar berat film kartun dan horror.



Novel lainnya adalah Miss Jutek, To Love, Luv You Berry Much, Malam Jumat Kliwon, Film Horor, Aku Ada Rahasia, dan Aborsi. Ia juga punya novel dalam versi mobile book yang berjudul Miss & Mister Jutek.
Novel The Maling Kuburans bertemakan komedi misteri. Novel ini menggunakan bahasa yang ringan dan menghibur sehingga lebih mudah dimengerti oleh pembaca.
Betapa terkejutnya Imen dan Niko saat mengetahui kalau bapak mereka dulu berprofesi sebagai maling kuburan. Kenapa nggak jadi maling yang lebih keren aja sih? Maling bank misalnya, apalagi, bapak-bapak mereka ternyata ninggalin utang yang cukup banyak, SEPULUH MILIAR! Untuk membayarnya, Imen dan Niko harus bekerja dengan Meneer Sony Van Debroer melanjutkan pekerjaan bapak-bapak mereka menjadi The Maling Kuburan.
Yang Meneer Sony inginkan Cuma satu,sebuah mustika sakti yang di sembunyikan bapak-bapak Imen dan Nik. Sayangnya, Imen dan Niko juga tidak tahu dimana mustika itu di sembunyikan. Sampai semuanya mengarah pada sebuah tempat, sebuah asrama putri. Tetapi, bagaimana cara agar Imen dan Niko bisa masuk ke sana? Ditambah lagi, ada banyak hantu suster ngesot yang bersarang di asrama tersebut.
Novel ini dibuat hanya untuk hiburan semata, tidak mengandung unsur edukatif.
Keunggulan novel ini yaitu yang pertama bahasa yang di gunakan adalah bahasa yang ringan sehingga mudah di mengerti oleh pembaca. Jalan ceritanya tidak rumit sehingga pesan yang ada di dalam cerita bisa langsung sampai pada pembaca. Karakter para tokoh dalam novel berbeda-beda dan memiliki keunikan tersendiri.
Kelemahan novel ini yaitu ceritanya tidak mengandung unsur edukatif, karena novel ini hanya mempunyai unsure imajinatif dan bukan dari pengalaman nyata. Penulisan ceritanya tidak menggunakan B.Indonesia yang baik dan susunan kata demi katanya tidak tersusun dengan rapi.
Dalam novel ini tidak banyak terdapat gaya bahasa atau majas yang di gunakan. Bahasa yang di gunakan yaitu bahasa sehari-hari, jadi tidak ada pemilihan kata atau diksi.
Kesimpulan yang dapat di ambil dari novel ini yaitu, tidak ada pesan-pesan khusus dari penulis kepada pembaca, karena novel ini di buat hanya untuk sekedar hiburan semata.



Selengkapnya...

BAD IMPACTS OF FACEBOOK

BAD IMPACTS OF FACEBOOK


Assalamu Allaiikum Wr.Wb

With all respect to the honorable judges and all the audiences here, ladies and gentlemen good morning everyone.
First of all, let us thank to Allah SWT because of his blessing, mercy, and kindness we all can gather here. Shalawat and salam we say to our greatest prophet, Muhammad SAW, his family, his friends, and his followers till the end of the world. Amen.
In this chance, I would like to tell you my speech entitled “ Bad Impact Of Facebook”
Facebook, I think everyone here already known about this kind of social network service. Ladies and gentlemen, need you know that more than three millions of people round the world use Facebook. It is equal with population of US. Facebook beginning from a university and then spread over to the world. Not only kids who addicted with this kind of social network service but also granny and grandpa. Facebook become new trend in this world.



Facebook has some benefits for us, such as with Facebook we can exchange our mind with another person, exchange information easily, Facebook can be used to campaign an idea just like “SAY NO TO DRUGS”. With Facebook companies can promote their product.
Good impacts of Facebook maybe many people already known about it. But this is the most important, Facebook has other side impacts too, that is bad impacts. Unfortunately, sometime we ourselves do not realize about this side.
I will explain you the bad impacts of Using Facebook. Here they are :
1. Facebook can cause our attention and care to our family getting less because we just focus on Facebook. Research in UK show that parents less their time to their children because they just focus in Facebook, writing wall, and reply comment on Facebook.
2. Many time wasted over and not useful with activity on Facebook. We should use our time for another useful activity, such as reading a book or doing homework.
3. Our social life replaceable by Facebook. Facebook it so comfort, some people feel enough with interaction on Facebook. So, frequency meet people getting less. There are something different with the interaction using multimedia devices than face to face interaction. Chatting, laughing, and meet people face to face are irreplaceable by Facebook. Dr. Sigman, a scientist of The Institute Of Biology England said that using multimedia devices for communication with other precisely reduce the meaning of communication itself.
4. Boundary of private side and social side be bleary by Facebook. On Facebook we are free to write everything. Sometime unconsciously we write thing that we must not write to social life. Such as household problem, unrealized can be known by other people just by reading status on Facebook.
5. Deception on Facebook it is possible. Faceboook has vulnerable to used for deception purpose because we can not know people behind their account Facebook. People easily make a new account for bad purpose on Facebook,
6. Facebook can decrease our income. This happened in Australia that income of companies in Australia decrease until five millions dollar each year because the employees just focus on their Facebook, not their work.
7. Facebook can cause Murder. It happened in UK. A husband kill his wife because his wife replace “Married status” on Facebook to “Single”

Well that’s all my speech. In my conclusion bad impacts of Facebook is bigger than its benefits. In this era we are hard to do not follow the current trend, maybe if we don’t have account of facebook we can be called “countrified people”.So let us use Facebook wisely in order that we can get it’s benefit not it’s bad impacts
Wassalamu Allaikum Wr, Wb.






BAD IMPACTS OF FACEBOOK


Assalamu Allaiikum Wr.Wb

With all respect to the honorable judges and all the audiences here, ladies and gentlemen good morning everyone.
First of all, let us thank to Allah SWT because of his blessing, mercy, and kindness we all can gather here. Shalawat and salam we say to our greatest prophet, Muhammad SAW, his family, his friends, and his followers till the end of the world. Amen.
In this chance, I would like to tell you my speech entitled “ Bad Impact Of Facebook”
Facebook, I think everyone here already known about this kind of social network service. Ladies and gentlemen, need you know that more than three millions of people round the world use Facebook. It is equal with population of US. Facebook beginning from a university and then spread over to the world. Not only kids who addicted with this kind of social network service but also granny and grandpa. Facebook become new trend in this world.



Facebook has some benefits for us, such as with Facebook we can exchange our mind with another person, exchange information easily, Facebook can be used to campaign an idea just like “SAY NO TO DRUGS”. With Facebook companies can promote their product.
Good impacts of Facebook maybe many people already known about it. But this is the most important, Facebook has other side impacts too, that is bad impacts. Unfortunately, sometime we ourselves do not realize about this side.
I will explain you the bad impacts of Using Facebook. Here they are :
1. Facebook can cause our attention and care to our family getting less because we just focus on Facebook. Research in UK show that parents less their time to their children because they just focus in Facebook, writing wall, and reply comment on Facebook.
2. Many time wasted over and not useful with activity on Facebook. We should use our time for another useful activity, such as reading a book or doing homework.
3. Our social life replaceable by Facebook. Facebook it so comfort, some people feel enough with interaction on Facebook. So, frequency meet people getting less. There are something different with the interaction using multimedia devices than face to face interaction. Chatting, laughing, and meet people face to face are irreplaceable by Facebook. Dr. Sigman, a scientist of The Institute Of Biology England said that using multimedia devices for communication with other precisely reduce the meaning of communication itself.
4. Boundary of private side and social side be bleary by Facebook. On Facebook we are free to write everything. Sometime unconsciously we write thing that we must not write to social life. Such as household problem, unrealized can be known by other people just by reading status on Facebook.
5. Deception on Facebook it is possible. Faceboook has vulnerable to used for deception purpose because we can not know people behind their account Facebook. People easily make a new account for bad purpose on Facebook,
6. Facebook can decrease our income. This happened in Australia that income of companies in Australia decrease until five millions dollar each year because the employees just focus on their Facebook, not their work.
7. Facebook can cause Murder. It happened in UK. A husband kill his wife because his wife replace “Married status” on Facebook to “Single”

Well that’s all my speech. In my conclusion bad impacts of Facebook is bigger than its benefits. In this era we are hard to do not follow the current trend, maybe if we don’t have account of facebook we can be called “countrified people”.So let us use Facebook wisely in order that we can get it’s benefit not it’s bad impacts
Wassalamu Allaikum Wr, Wb.






Selengkapnya...